PC Virtualization Bagi Pengembang Aplikasi, Perlukah?

Untuk pengembang aplikasi yang memiliki keterbatasan sumber daya, dalam hal ini hardware, tentu saja perlu karena dengan virtualisasi PC (PC virtualization) pengembang aplikasi akan seolah-olah memiliki beberapa PC dalam satu komputer. Virtualisasi PC adalah software yang akan membuat sebuah komputer seolah-olah menjadi beberapa komputer, yang bisa memiliki lebih dari satu sistem operasi. Beberapa software untuk virtualisasi yang populer saat ini adalah:

  • VMware
  • Xen
  • Qemu
  • coLinux
  • Virtualbox
  • VirtualPC

Mengapa diperlukan?

  • Agar pengembang memiliki platform dan environment pengembangan aplikasi yang bervariasi, bisa Windows dan *nix (Unix dan Linux)
  • Agar pengembang bisa melakukan pengujian dengan lingkungan pengujian yang bisa disesuaikan setiap saat

Kunci agar kita dapat melakukan virtualisasi adalah kita memiliki komputer yang mendukung, setidaknya memiliki memori dan kapasitas harddisk yang besar.  Untuk saat ini, saat tulisan ini dibuat, maka komputer dengan spesifikasi prosesor setidaknya Intel Pentium 4 dengan clock > 2GHz, RAM sedikitnya 2GB, dan harddisk sedikitnya 80GB, merupakan spesifikasi komputer minimal yang dapat digunakan untuk menerapkan virtualisasi dengan nyaman.

Adanya virtualisasi, kita dapat memiliki lingkungan untuk pengembangan atau pun operasional dengan berbagai platform sistem operasi, cukup dengan satu komputer.

Bagi perusahaan yang memiliki software aplikasi yang hanya bisa berjalan di komputer dan sistem operasi lama, maka aplikasi dapat dijalankan pada mesin virtual, dengan menggunakan virtualisasi.

Bagi pengembang aplikasi, virtualisasi menjadi satu keharusan, apabila komputer untuk pengembangan terbatas. Misal, pengembangan aplikasi berbasis web dilakukan di atas server Apache, tetapi di atas sistem operasi Linux, kemudian pengguna aplikasi ingin aplikasi tersebut dipasang dan dijalankan di atas Apache dengan sistem operasi Windows. Karena saat ini semua komputer menggunakan Linux, maka pengembang dapat membuat mesin virtual dengan sistem operasi Windows untuk melakukan pengujian aplikasi yang dibuat di atas Linux, sebelum kemudian diserahkan kepada pengguna. Demikian juga sebaliknya.

Kita perlu melakukan koleksi mesin virtual, tetapi mesin-mesin virtual ini tidak perlu selalu diaktifkan. Kita mengaktifkan pada saat dibutuhkan saja, untuk mengurangi beban kerja dari komputer kerja kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: