Sekilas Tentang Penguji Software?

Penguji software (software tester) kini merupakan profesi khusus di dalam suatu organisasi pengembangan software. Dulu posisi ini dianggap tidak memiliki kebanggaan, tetapi kini profesi ini sudah memiliki tempat tersendiri, dan dapat dikatakan sangat penting.

Keberhasilan suatu pengembangan software sangat ditentukan oleh hasil dari pengujian. Jika proses pengujian dapat dilakukan dengan baik, maka suatu software yang telah melewati pengujian akan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Suatu software sebelum dilepas ke pasar, software harus melewati proses pengujian. Pengujian software dilakukan oleh programmer, sebagai penguji pertama kali. Setelah programmer menguji bahwa software yang dibuatnya telah melewati pengujian oleh programmer itu sendiri, softwre harus diuji oleh penguji software. Penguji software akan mencoba menggunakan software yang dibuat oleh programmer dengan berbagai macam cara, dari sekedar mencoba aplikasi apakah bisa menyelesaikan masalah sesuai dengan tujuan dari pembuatan software itu sendiri, sampai dengan menguji apakah software tersebut tahan terhadap penggunaan yang asal-asalan.

Setiap penguji software yang berpengalaman, akan memiliki cara pengujian yang efisien dan efektif. Langkah demi langkah pengujian, dan bahan-bahan untuk melakukan pengujian selalu disiapkan dengan rapi. Sebelum suatu software dibuat, maka software harus memiliki daftar kasus yang akan dapat diselesaikan oleh software tersebut, jika sudah selesai. Daftar kasus ini disebut sebagai kasus uji (test case). Kasus uji disiapkan oleh pengguna software dan atau perancang software.

Untuk menjadi penguji software yang baik, maka hal pertama yang harus dimiliki adalah sifat jahil, ingin menguji bahwa software yang akan diuji ini akan dengan mudah dibuat untuk tidak berfungsi atau akan kacau fungsinya. Sifat jahil ini, cenderung akan merusak dalam artian positif; karena penguji harus bisa memastikan bahwa software yang dibuat tersebut tahan banting, dengan diperlakukan secara sembarang oleh penguji.

Penguji software sebaiknya memiliki pengalaman memrogram, atau setidaknya tahu cara memrogram, atau suka membaca kelemahan-kelemahan dari suatu program. Banyak pola program atau kebiasaan pemrogram yang tidak benar diterapkan, umumnya oleh pemrogram pemula atau pemrogram yang malas tidak mau meningkatkan kemampuannya.

Setiap software house seharusnya memiliki tim penguji sendiri. Mengapa? Karena pemrogram tidak akan sempat melakukan pengujian secara komprehensif. Pemrogram cenderung menganggap bahwa program yang telah dibuatnya telah benar, bisa menyelesaikan masalah. Pemrogram cenderung fokus pada penyelesaian masalah yang harus diselesaikan oleh program. Jarang pemrogram yang berpikir juga untuk memvalidasi masukan atau pun proses yang ada di dalam program tersebut. Di sinilah penguji software diperlukan.

Menguji software merupakan tantangan tersendiri, dan membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai, untuk menjamin bahwa hasil pengujiannya bisa dipertanggungjawabkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: