Perekaman Proses Pengujian Software

Suatu proses pengujian software (software testing process) memerlukan software yang bisa membantu proses pengujian.

Proses pengujian yang umum dilakukan adalah dengan menjalankan software aplikasi yang telah selesai dibuat oleh pemrogram. Kemudian aplikasi dicoba dari awal sampai dengan akhir dengan menggunakan langkah (skenario) dan data yang telah disiapkan.

Secara mudah dan sederhana, suatu aplikasi akan dianggap telah lulus pengujian, apabila setelah dicoba, aplikasi dapat merekam dan memroses data yang dimasukkan, kemudian menghasilan luaran sesuai dengan yang diharapkan, tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Pengujian software tidak dilakukan oleh pemrogram saja, tetapi juga harus melibatkan pihak ketiga, pihak yang independent, yang akan memberikan justifikasi bahwa software aplikasi yang dibuat telah lulus dari pengujian.

Permasalahan yang sering timbul apabila hasil dari proses pengujian yang masih bermasalah, dalam artian bahwa software aplikasi belum lulus uji, adalah bagaimana menunjukkan di mana letak kesalahan yang menyebabkan software belum lulus uji.

Pada proses pengujian yang masih konvensional, manual, tanpa ada bantuan software pendukung untuk pengujian, penguji melaporkan hasil pengujiannya dengan menggunakan laporan secara lisan. Akibatnya adalah bahwa seringkali laporan kesalahan tersebut tidak dapat tersampaikan dengan baik, atau bahkan sering kali terlewatkan atau terlupakan sebagai bagian pekerjaan programmer yang harus memperbaikinya.

Pada tingkatan berikutnya, tester telah melakukan pengujian dengan memberikan laporan secara tertulis deskriptif. Pemrogram dapat menggunakan laporan ini untuk bekerja memperbaiki program, sehingga pemrogram bisa memiliki daftar modul yang harus diperbaiki. Pemrogram bisa memeriksa mana saja yang sudah dan mana yang belum diperbaiki. Masalh masih timbul, karena secara deskriptif, kesalahan yang ada tidak dapat dibayangkan di mana letaknya.

Pada tingkatan berikutnya, penguji harus menggunakan software yang dapat merekam gambar dari kesalahan yang terjadi. Penguji dapat melakukan capture (menangkap dan menyimpan) screen yang menunjukkan program yang diuji pada saat ‘error’. Dengan adanya gambar yang menunjukkan kesalahan, pemrogram dapat langsung mengetahui di mana letak kesalahannya. Proses capture screen dapat menggunakan fasilitas dari sistem operasi, jika pengguna menggunakan Windows, maka pengguna dapat dengan mudah melakukan penekanan tombol keyboard PrtSc (PrintScreen).

Akan tetapi seringkali terjadi, timbulnya kesalahan sewaktu-waktu. Pada kasus seperti ini, maka penguji harus dapat melakukan pengujian dengan melakukan proses pengujian secara lengkap terekam. Setiap langkah dari skenario diikuti dan direkam. Penguji dapat melaporkan kesalahan yang terjadi secara lebih lengkap. Pemrogram dapat mempelajari kejadian kesalahan dengan lebih teliti.

Jika kita lihat permasalahan di atas, maka kita membutuhkan suatu software yang bisa merekam proses pengujian dari awal sampai dengan akhir. Software untuk pengujian harus dapat membantu dari proses pembuatan skenario, pelaksanaan skenario, dan proses pelaporan hasil pengujian.

Untuk membantu mengelola skenario sampai dengan merekam proses dan hasil pengujian, maka kita dapat menggunakan software:

  • Testlink (http://testlink.org/)
    Software berbasis web yang digunakan untuk membuat membuat suatu daftar kasus uji yang akan didaftarkan pada setiap skenario dari komponen/modul dari suatu produk. Daftar kasus uji untuk setiap skenario untuk pengujian. Dari data inilah tester akan melakukan pengujian, dan menuliskan setiap pengujian yang dilakukan ke dalam daftar.
  • Bugzilla (http://www.bugzilla.org/) (Mantis – http://www.mantisbt.org)
    Software ini harus dihubungkan dengan Testlink, digunakan untuk melakukan perekaman data modul yang belum lulus uji, yang harus diperiksa dan diperbaiki oleh pemrogram. Pemrogram harus bekerja memperbaiki dan melaporkan hasil uji ini. Tester akan melihat data hasil uji dan perbaikan dari programmer, jika masih belum benar, tester akan menuliskan bahwa program masih tetap harus diperbaiki.
  • screen capture atau yang lebih baik adalah video capture – avi recorder (http://www.bobyte.com/AviScreen/index.asp)
    Software ini sangat dibutuhkan untuk menyimpan bukti proses pengujian dilakukan. Apabila terjadi kesalahan, maka bagaimana terjadinya kesalahan untuk rekonstruksi akan dapat dilihat oleh pemrogram. Penggunaan video capture akan sangat bermanfaat, karena pemrogram dapat dengan mudah menjalankan video ini untuk melakukan rekonstruksi bagaimana kesalahan bisa terjadi, di mana dan kapan terjadi errornya.

Konsekuensi dari proses pengujian ini adalah kita harus memiliki space harddisk yang cukup memadai, untuk dapat merekam semua proses yang dilakukan selama proses pengujian. Jika pengujian telah selesai, maka rekaman hasil pengujian dapat dihapus, tetapi sebaiknya, sebelumnya dihapus terlebih dahulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: