Backup Berhistori

Backup berhistori adalah istilah tentang backup yang perlu memiliki riwayat. Backup harus dilakukan oleh setiap pengguna  komputer, untuk berjaga-jaga agar file hasil kerja tidak hilang karena kerusakan media tempat penyimpanannya.

Backup harus dilakukan dengan menggunakan banyak media. Jangan melakukan backup pada media yang sama, pada direktori yang sama dengan nama yang berbeda atau pada direktori yang berbeda, tetapi media yang sama (atau harddisk yang sama). Jika backup dilakukan pada media yang sama, maka dikhawatirkan pekerjaan membuat backup menjadi sia-sia. Mengapa? Karena apabila media (misalnya harddisk) secara fisik sudah tidak bisa diakses sama sekali, maka data yang ada di dalamnya, bisa jadi tidak dapat diselamatkan. Kita tidak memiliki backup sama sekali.

Selain kita harus melakukan backup pada media yang berbeda, maka kita harus juga memiliki catatan tentang kondisi terakhir dari file data tersebut. Secara default, sistem telah menyimpankan data tanggal terakhir dari file yang dibackup tersebut. Tetapi sering kali informasi tanggal terakhir dari setiap file tidak bisa diandalkan. Mengapa? Karena bisa jadi telah terjadi perubahan yang sangat penting dan banyak pada backup tersebut, yang perlu diketahui dengan cepat.

Pada organisasi yang telah cukup mapan, maka umumnya organisasi memiliki komputer sendiri yang berfungsi sebagai server file dan server backup. Server file adalah sebuah komputer yang dikhususkan untuk menjadi pusat penyimpanan file; sedangkan server backup adalah sebuah komputer yang digunakan untuk menjadi backup (salinan) seluruh data dari file server. Setiap kali ada perubahan pada file server, maka akan secara otomatis akan disalinkan juga ke dalam server backup.

Setiap pengguna komputer harus selalu menyimpankan semua file yang dimilikinya ke dalam server file. Server file adalah tempat menyimpan salinan (backup) dari file yang dimiliki oleh setiap penggunanya. Setiap kali pengguna memiliki sebuah file baru atau mengubah suatu file, maka hasil kerjanya harus disimpankan ke dalam server file.

Backup harus dilakukan secara berlapis, tidak hanya satu backup saja, tetapi sangat disarankan untuk lebih dari satu. Server file dan server backup adalah salah satu solusi yang disediakan perusahaan, agar operasional kerja tidak terganggu. Solusi ini adalah solusi online. Secara offline, perusahaan umumnya memiliki operator yang bertugas untuk melakukan backup ke dalam media lain, seperti ke dalam tape, CD, atau DVD.

Kini mekanisme backup, terutama untuk backup file tidaklah cukup dengan menggunakan server file dan server backup, tetapi juga harus bisa memberikan informasi tentang perubahan dari setiap file yang dibackup. Histori isi dari file dan siapa yang melakukan perubahan file ini harus dapat diketahui dengan cepat dan mudah.

Mekanisme backup dapat dilakukan dengan menggunakan perintah copy biasa atau menggunakan utilitas backup yang disediakan untuk memudahkan pekerjaan.

Agar kita dapat memiliki suatu backup yang berhistori, maka kita harus menggunakan tools tambahan yang dapat digunakan untuk melakukan proses backup yang lebih mudah. Tools yang harus digunakan berupa software untuk melakukan pengendalian versi software dan tools clientnya. Software yang disarankan untuk melakukan pengendalian versi software saat ini adalah subversion, dengan tortoise sebagai software yang akan digunakan oleh penggunanya. Subversion harus dipasang pada server file, sebagai penunjang dari keberadaan server file itu sendiri.

Software subversion lebih banyak dikenal dalam kerangka bagaimana agar membuat suatu proses pengembangan aplikasi dapat memiliki histori pengembangan yang lengkap. Dari versi awal pengembangan sampai dengan versi terakhir dapat direkonstruksi dengan mudah. Karena kemampuan software subversion ini, yang bisa membuat histori dan rekonstruksi dengan mudah dari suatu pengembangan software, penulis pilih untuk menjadi solusi untuk proses backup file dari pengguna, dengan memanfaatkan sebagian kecil dari kemampuan subversion.

Dengan memiliki sistem yang memungkinkan backup berhistori, maka pengguna dapat dengan leluasa untuk melakukan perubahan tanpa harus khawatir dengan adanya kesalahan atau kehilangan file atau pun data kerja. Kunci kesuksesan agar memiliki backup berhistori adalah ‘harus berdisiplin untuk menjalankan prosedur backup’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: