Google Chrome: Browser Web Untuk Pengembang Aplikasi Web

Google Chrome (selanjutnya GChrome) adalah browser web terbaru yang dikeluarkan oleh Google. 

Browser web ini sangat sederhana tampilannya, lebih mengutamakan luasnya daerah untuk menampilkan informasi. Tampilan awal dari browser ini menyajikan alamat-alamat situs web yang paling sering dikunjungi, ini memudahkan pengguna untuk menuju situs web favorit.

Akses utama terhadap fasilitas yang ada dengan menggunakan mouse. Kita bisa menggunakan ‘short cut key’ yang disediakan, untuk pengguna yang senang menggunakan keyboard, walaupun tidak semua menu memiliki shortcut key.

Untuk pengembang aplikasi berbasis web, maka GChrome sangat cocok, karena memiliki fasilitas yang lengkap, seperti adanya DOM inspector dan JavaScript debugger. Kita dapat mengetahui dengan cepat kesalahan yang terjadi dalam aplikasi web kita, terutama yang berkaitan dengan program JavaScript yang ada dalam browser.

Hanya saja perlu berhati-hati dengan penamaan file program JavaScript kita yang akan di-include ke dalam aplikasi web. Pada versi GChrome yang penulis gunakan (versi 0.2.149.30), nama file tidak boleh menggunakan tanda dash/minus. GChrome tidak berhasil melakukan load, sehingga aplikasi web dengan JavaScript kita tidak bisa dijalankan.

Advertisements

Java dan .NET Kini Sulit Dihindari!

Kini, pengembang aplikasi sulit untuk menghindari Java dan .NET sebagai tools yang digunakan untuk pengembangan atau pun tools yang digunakan untuk membantu dalam proses pengembangan.

Sebelumnya kita dapat menghindar, tidak perlu menggunakan program yang dihasilkan dengan menggunakan Java atau pun .NET. Apalagi Java yang kini telah mulai merambah ke dalam dunia open source; sedangkan .NET baru pada produk-produk yang dihasilkannya saja.

Read the rest of this entry »

Pensil Jangan Dilupakan

Sebagai seorang pengembang aplikasi – baik sebagai analis, perancang, atau pun pemrogram – jangan lupa untuk membawa dan menggunakan pensil dalam bekerja.

Read the rest of this entry »

Software Untuk Otomasi Program dan Otomasi Pengujian

Ternyata pemilihan keyword pada saat ‘searching’ di Google benar-benar sangat memperngaruhi hasil. Sampai dengan tahun 2006 lalu, penulis tidak berhasil mendapatkan suatu link yang membawa kepada proses otomasi di lingkungan Windows. Penulis pada saat itu membutuhkan software untuk melakukan otomasi pengujian software yang freeware.

Penulis baru mendapatkan ‘mainan’ baru untuk bisa melakukan otomasi pengujian dengan menggunakan software yang tepat guna, yaitu AutoIt. Proses mendapatkannya pun tidak sengaja, dan penulis sendiri tidak ingat kapan mendapatkan link ini. Read the rest of this entry »

Backup Berhistori

Backup berhistori adalah istilah tentang backup yang perlu memiliki riwayat. Backup harus dilakukan oleh setiap pengguna  komputer, untuk berjaga-jaga agar file hasil kerja tidak hilang karena kerusakan media tempat penyimpanannya.

Backup harus dilakukan dengan menggunakan banyak media. Jangan melakukan backup pada media yang sama, pada direktori yang sama dengan nama yang berbeda atau pada direktori yang berbeda, tetapi media yang sama (atau harddisk yang sama). Jika backup dilakukan pada media yang sama, maka dikhawatirkan pekerjaan membuat backup menjadi sia-sia. Mengapa? Karena apabila media (misalnya harddisk) secara fisik sudah tidak bisa diakses sama sekali, maka data yang ada di dalamnya, bisa jadi tidak dapat diselamatkan. Kita tidak memiliki backup sama sekali.

Selain kita harus melakukan backup pada media yang berbeda, maka kita harus juga memiliki catatan tentang kondisi terakhir dari file data tersebut. Secara default, sistem telah menyimpankan data tanggal terakhir dari file yang dibackup tersebut. Tetapi sering kali informasi tanggal terakhir dari setiap file tidak bisa diandalkan. Mengapa? Karena bisa jadi telah terjadi perubahan yang sangat penting dan banyak pada backup tersebut, yang perlu diketahui dengan cepat.

Pada organisasi yang telah cukup mapan, maka umumnya organisasi memiliki komputer sendiri yang berfungsi sebagai server file dan server backup. Server file adalah sebuah komputer yang dikhususkan untuk menjadi pusat penyimpanan file; sedangkan server backup adalah sebuah komputer yang digunakan untuk menjadi backup (salinan) seluruh data dari file server. Setiap kali ada perubahan pada file server, maka akan secara otomatis akan disalinkan juga ke dalam server backup.

Setiap pengguna komputer harus selalu menyimpankan semua file yang dimilikinya ke dalam server file. Server file adalah tempat menyimpan salinan (backup) dari file yang dimiliki oleh setiap penggunanya. Setiap kali pengguna memiliki sebuah file baru atau mengubah suatu file, maka hasil kerjanya harus disimpankan ke dalam server file.

Backup harus dilakukan secara berlapis, tidak hanya satu backup saja, tetapi sangat disarankan untuk lebih dari satu. Server file dan server backup adalah salah satu solusi yang disediakan perusahaan, agar operasional kerja tidak terganggu. Solusi ini adalah solusi online. Secara offline, perusahaan umumnya memiliki operator yang bertugas untuk melakukan backup ke dalam media lain, seperti ke dalam tape, CD, atau DVD.

Kini mekanisme backup, terutama untuk backup file tidaklah cukup dengan menggunakan server file dan server backup, tetapi juga harus bisa memberikan informasi tentang perubahan dari setiap file yang dibackup. Histori isi dari file dan siapa yang melakukan perubahan file ini harus dapat diketahui dengan cepat dan mudah.

Mekanisme backup dapat dilakukan dengan menggunakan perintah copy biasa atau menggunakan utilitas backup yang disediakan untuk memudahkan pekerjaan.

Agar kita dapat memiliki suatu backup yang berhistori, maka kita harus menggunakan tools tambahan yang dapat digunakan untuk melakukan proses backup yang lebih mudah. Tools yang harus digunakan berupa software untuk melakukan pengendalian versi software dan tools clientnya. Software yang disarankan untuk melakukan pengendalian versi software saat ini adalah subversion, dengan tortoise sebagai software yang akan digunakan oleh penggunanya. Subversion harus dipasang pada server file, sebagai penunjang dari keberadaan server file itu sendiri.

Software subversion lebih banyak dikenal dalam kerangka bagaimana agar membuat suatu proses pengembangan aplikasi dapat memiliki histori pengembangan yang lengkap. Dari versi awal pengembangan sampai dengan versi terakhir dapat direkonstruksi dengan mudah. Karena kemampuan software subversion ini, yang bisa membuat histori dan rekonstruksi dengan mudah dari suatu pengembangan software, penulis pilih untuk menjadi solusi untuk proses backup file dari pengguna, dengan memanfaatkan sebagian kecil dari kemampuan subversion.

Dengan memiliki sistem yang memungkinkan backup berhistori, maka pengguna dapat dengan leluasa untuk melakukan perubahan tanpa harus khawatir dengan adanya kesalahan atau kehilangan file atau pun data kerja. Kunci kesuksesan agar memiliki backup berhistori adalah ‘harus berdisiplin untuk menjalankan prosedur backup’.